Pages

Friday, 17 April 2009

about kurniawan

aku adalah jiwa yang selalu berubah, mengikuti kata sang nurani. aku sekarang bukanlah aku yang dulu, dan akupun takkan katakan aku akan tetap seperti ini. namun satu hal yang takkan pernah berubah dariku. kepatuhanku pada bisikan-bisikan suci, yang datang entah dari mana. aku adalah jiwa yang kalap, tergopoh-gopoh dan ceroboh, tetapi sang ilmu telah merubahku, menjadi seorang kurniawan yang lebih bijak. aku adalah jiwa yang rendah, hina dina dalam ketakutan. tetapi alam ini hanya memberiku suatu pilihan, berani menghadapi rimba dunia, atau selamanya tersembunyi dalam galau. aku bukanlah seseorang yang bertalenta, berkatapun aku harus berkaca. tetapi akal ini mengajariku untuk menguasai semuanya. aku tak terlahir dalam bangga, memulai hidup dengan tertatih. tetapi kemaunan hati ini selalu memaksaku tuk berlari. meniggalkan pelari-pelari lainnya. aku adalah diriku. seonggok jiwa yang selalu berevolusi..........dengan makna yang selalu membara. AKU

suara hatiku!

aku ingin selalu berteriak, mengatakan apa yang tersimpan dalam diri ini. tak peduli walau mereka kan merintangi. ini jalanku, hidup dan matiku. mereka tak berhak menentukan arah tujuanku. aku ingin selau pergi jauh, berkelana hingga ujung dunia. menapakkan kaki ini paa bui yag terhampar luas. agar aku bisa memahami semua rahasia yang tersembunyi. mungkin diriku bukanlah siapa-siapa. tak terlahir sebagai seorang raja, tak terproses dengan indahnya takdir.. . aku tak peduli.aku hanya ingin diriku menjadi salah satu dari sedikit orang yang terpanggil dengan suara-suara lirih alam ini. tuk kemudian terpana dan bersujud. subhanallahi amma yusyrikun!

Friday, 27 March 2009

Jeritan hati teman bisuku

Jeritan hati teman bisuku
Ugh, aku tak mampu lagi bertahan tuk mendengar jeritan-jeritan memilukan hati ini. Teriakan-teriakan memelas yang melelehkan hati. Aku harus katakan ini pada semuanya, meskipun aku tak tahu apakah mereka mendengarkanku. Agar mereka semuanya tahu bahwa buku itu berteriak meronta-ronta. Menangis sedih karena ia selalu sepi dan tak satupun peduli. Ia sudah amat muak dengan keoportunisan para debu yang akan selamanya menyiksanya pabila tak satupun orang menyentuhnya. Sudah terlalu lama ia terhantui dengan hegemoni kekejaman kanker jamur yang setiap saat bisa merambahnya jikalau keaaan ini tak berubah. Pun ia harus selalu terjaga dari ancaman kutu busuk dan gerombolan hewan parasit lainnya yang takkan segan menggerogoti helai demi sehelai lembaran tubuhnya. Ia sudah terlalu lelah hanya bersandar lemah pada rak kayu yang amat tua ini. Hatinya seakan tersayat bila seseorang datang mengambil salah satu temannya, membersihkan debunya kemudian membacanya. Ia berteriak sekerasnya: ”Baca aku! Banyak ilmu yang belum kau tahu ada padaku! baca aku!!!” tetapi bagaimanapun manusia takkan pernah memahami kata-katanya. Hatinyapun selalu diselimuti kekhawatiran jikalau petugas perpustakaan datang memeriksa rak demi rak tuk mengambil buku-buku yang sudah tak layak baca. Kemudian memisahkannya dan setelah itu mungkin membuangnya ke tempat sampah atau membakarnya menjadi kepingan abu. Ia tak ingin hal itu terjadi padanya.
Ia ingin dibelai mesra lembar demi lembar, disentuh lembut halaman demi halaman, dibaca detail kata demi kata tuk kemudian direnungi. Ia ingin apa yang ia punya merasuk dalam mindset para filosof , kemudian menjadi ide-ide alternative yang inovatif. Dengan itu mereka membangun dunia baru. Yang manfaatnya bisa dirasakan oleh hewan yang bahkan lebih kecil dari nyamuk. Atau ia dibaca oleh seseorang yang ingin tahu, agar setidaknya menjadi seperti keledai yang tak pernah terperosok kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Ia berharap di kehidupan yang sudah terpolusi dengan paham kapitalis yang amat konsumtif ini masih ada beberapa orang peduli dengan dunianya lewat buku-buku sepertinya. Dunia ini butuh lebih banyak AJB Bumiputera 1912,yang rela memberi kesempatan bagi orang-orang yang mau berfikir tuk berekspresi Dengan begitu paling tidak mereka bisa menjadi lebih bermanfaat dariku yang hanya sekedar pembatas buku, yang hanya bisa mendengarkan tangisan sang buku tanpa bisa sedikitpun membantunya. Aku berharap kamu wahai pembaca merupakan salah satu dari orang-orang berhati mulia itu.

Friday, 20 March 2009

baraku belum padam

baraku belumlah padam, justru semakin membara karena semua ini. jangan pernah berfikir aku akan berhenti mengejar, karena itu hanya kan membuat lariku semakin kencang. mungkin aku telah terjatuh, tetapi aku telah bangun kembali.

Sunday, 8 March 2009

redneck?

i'm maybe just a part of redneck agenda, someone who's called by old fashioned. i'm not cool enough to life in this stylish age. but i dont care. cause i'm not life just to care about this shit. there are many more serious problem to solve. than just paying attention to the crazy style. style is what they always promoted in their tv, magazine, newspaper, and so many other media. this is named a stupidity intelectual diabolism. and im never allow my self to be their victim of foolishness. you and they can call me loudly as "the redneck" but as you call me means you are an idiot.